inspirasi tak bertepi part 2

Banjarmasin, 8  Januari 2011

Duh cinta….

Pemerah diantara dua jiwa

Adakah pernah kau beritakan tentang penciptaanmu

Padahal kau seperti begitu saja menghiasinya

Di balik semilir atau pun badai jubahmu

Manusia saling bertanya

Tanpa pernah tahu arti dan nilai-nilai nyata tentang mu

Bahkan ketika kau terus berlalu memberi hasil dan warna

Di balik tudung-tudung kepala kami…

Dan…

Gibran berkata:

“Adakah di antara kalian yang dapat menjelaskan hati ku pada hati ku sendiri dan kedirian ku pada kedirian ku sendiri”

Maka aku pun bertanya

Adakah  yang mampu memberi jawaban pada jiwa mu sendiri mengenainya..?

 

Banjarmasin, 15 Januari 2011

Senja ,,,

Matahari berlalu dengan sendu, meninggalkan jejak jingganya

Daun-daun berjatuhan dari tangkai

Karena ulah tangan kami yang buta meraba, warna tentramnya

Huru-hara jiwa mu pada sudut gelap,

oleh cahaya yang tak mengurai penuh pada keinginan-keinginan

telah menyiksa malam akan terang bintang mu; akan suram lelap mu

tak ada yang menenangkan

bola perak yang menuntut kemenangan

pada keinginan kuasa mu pada hari-hari; pada harapan yang merajai biru langit ku

lagi-lagi daun menguning layu

karena tawa kami yang lupa merasa, semburat lukisannya

pagi ini sisa-sisa embun di ujung dedaunan yang berguguran,

tengah mengirim rindu pada hangat

adakah ini tidak juga melembutkan hati mu?

 

Pandawan, 21 April 2010 

Makna pada Sebuah Arti 

Arti kehidupan ternyata terbatas di makna-makna

Memandangnya tak cukup dari satu sudut mata

Karna apa yang kau rasa ramah, ia bertopeng dari marah

Dan apa yang kau kira sinis, ia menyapa manis

 

Makna apa yang kau poles

Adalah bagaimana memandang kehidupan ini sewajarnya

 

Apa yang dimau?

Kau ingin jatuh, terpuruklah di lembah dalam

Kau ingin bangkit, tersenyumlah, masih ada garis-garis cahaya yang menghangatkan

 

Karna ternyata kehidupan itu sederhana

Tinggal bagaimana kau memberi makna pada sebuah arti

 

  

 

Barabai,24 Mei 2008

UNTUK BIDADARI

Untuk bidadari yang bersinar wajahnya

Jika temu pandang mampu menggetarkan jiwa

Bila senyum diberi, mampu melantakkan hati yang fana

Dan andai berjalan dengannya dalam gelap, terasa diikuti ratusan cahaya

Dan coretan itu hanya secoret ungkapan yang mampu terucap dari bibir yang tak banyak bisa berkata-kata

………………………………………………………………….

Teruntuk wanita yang lembut hatinya

Yang tak tergapai karena terlalu tinggi letaknya

Yang tak bisa didekati karena terhalang pagar suci pelindungnya

Yang tak boleh disentuh sebelum halal bagi habibnya      

Dan untaian itu hanyalah seuntai harapan yang terasa sulit mendapatkannya bagi orang yang mudah berputus asa

………………………………………………………………….

Salam dari Tuhan tertuju pada bidadari-bidadari dunia

Bidadari yang menghiasi wajah dengan wudhunya

Menghiasi jiwa dengan shalatnya

Menghiasi bibir dengan tilawahnya

Menghiasi malam dengan tahajudnya

Menghiasi pikiran dengan akhlaknya

………………………………………………………………….

Dan

Bidadari yang menghiasi dunia dengan senyumnya

Senyum yang hanya didasari ketulusan hati

Janji Tuhan untuk mereka, menjadi bidadari di Surga                   


 

 Banjarmasin, 9 Feb 2011

Yang Terefleksi

Yang berbeda telah menyampaikan bahasa yang serupa

Ini seperti mengulang lembar-lembar di depan

Meski keserupaan tak berarti sama

Tetap saja … seperti kembali mengeja langkah

Diiringi tanya, ini mengarah pada apa?

 

Cerita-cerita lain juga mengembang warna ketertarikannya

Hmm… jadi terbaur, Nampak abstrak …

Mungkinkah indah dipandang oleh mata yang awam menilai titik simpulnya

Ah … aku kabur akan warna leluhurku itu

 

Bening embun, masih merefleksi di lorong hati

Belum ada yang bisa menyatakan semu itu

Mungkinkah …

Masih terselip di antara bias benang perak yang dijatuhkan Tuhan dari ketinggian dan belum saatnya aku diberi tahu

 

 

Banjarmasin, 24-10-2011

Ini tentang semesta pribadi

Tentu saja satu ragam itu pupus jika aku harapkan

Ini tentang proses mengenali

Sedikit dari pengetahuan yang sempat terpikirkan

Tentangnya…

Seninya adalah hati yang bertanya-tanya dan sikap yang mencerminkan jawaban

Ah… atau ini cuma sebatas obrolan hati ke hati sekitarnya, yang seringkali indrawi salah menangkap tanda-tanda

Lalu ia terburu-buru melesat dalam menafsirkan

Karena kadang  percakapan nyata itu terbias kalah pikuk dunia

Pribadi-pribadi adalah garis-garis

Tak selamanya menemui kesejajaran tentu

Tapi kadang satu garis yang patah lalu memotong garis yang lain di titik tertentu disimpulkan berbeda

Salahkah? Tidak….!

Tapi bijaksananya titik perpotongan mungkin pertemuan

dan jika itu perceraian maka lapangkan dada

pribadi-pribadi adalah ragam garis

ketika menemuinya maka ku temui dalam kecocokan

dan jika nasib pada perbedaan, usaha mengenali itu tak mesti berhenti sampai di sini

sebab ini tentang semesta pribadi

Tentu saja satu ragam itu pupus jika aku harapkan

Ini tentang proses mengenali

Sampai pada batas pengetahuan yang layak ku ketahui tentangnya

Bolehkan…?

 

saat SAMBA Angkatan 2010 Himapsika,

Kehidupan membutuhkan

Fase perubahan

Agar tak bosan

Di kunci kejenuhan

Dan kau kehilangan indahnya mimpi

Ketika cahaya putih mengurai warna pelangi

 

Apa yang kau butuhkan

Adalah momentum, ketika pada satu waktu

Gaya diberikan padamu

Jadi menggerakkan diam mu

 

Melangkah dan berlari

Bercerita tentang dunia dengan cara

Dan langkah yang pelan-laju

Mencipta percepatan menggapai tinggi

Dan rajutan micron-mikron mimpi

Saling menyambungkan di nyata kehidupanmu

 

Kehidupan membutuhkan

Mimpi, gaya, dan sedikit momentum pada waktu-waktu

Semakin kau ringankan massa mu

Kau tambah gayamu

Maka percepatan untuk

Menancapkan mimpimu

Semakin nyata dalam peganganmu

catatan ini juga bisa diunduh di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s