Tugas Kuliah: Makalah Dasar2 Pendidikan Fisika_Hipotesis

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Hipotesis seperti yang kita ketahui yakni dugaan yang mungkin benar atau mungkin juga salah. Dia akan ditolak jika salah atau palsu, dan akan diterima jika faktor-faktor membenarkannya. Penolakan dan penerimaan hipotesis, dengan begitu sangat tergantung kepada hasil-hasil penyelidikan terhadap faktor-faktor yang dikumpulkan.

Hipotesis dapat juga dipandang sebagai konklusi yang sifatnya sangat sementara. Sebagai konklusi sudah tentu hipotesis tidak dibuat dengan semena-mena, melainkan atas dasar pengetahuan-pengetahuan tertentu. Pengetahuan ini sebagian dapat diambil dari hasil-hasil serta problematika-problematika yang timbul dari penyelidikan-penyelidikan yang mendahului, dari renungan-renungan atas dasar pertimbangan yang masuk akal, ataupun dari hasil-hasil penyelidikan yang dilakukan sendiri. Jadi dalam taraf ini mahasiswa cukup membuat konklusi dari persoalan-persoalan yang diajukan dalam bab sebelumnya dan merumuskannya dalam bentuk statmen (pernyataan).

  1. B.     Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan hipotesis?
  2. Apa saja kegunaan hipotesis?
  3. Apa saja jenis-jenis hipotesis?
  4. Apa saja ciri-ciri hipotesis?
  5. Bagaimana cara menggali dan merumuskan hipotesis?
  6. Bagaimana cara menguji hipotesis?
  1. C.    Tujuan Penulisan
    1. Mengetahui, memahami, dan dapat menjelaskan arti dari hipotesis itu sendiri.
    2. Mengetahui dan dapat menyebutkan cirri-ciri hipotesis
    3. Mengetahui dan dapat menyebutkan juga menjelaskan jenis-jeis hipotesis
    4. Mengetahui, dan dapat menyebutkan, menjelaskan kegunaan hipotesis
    5. Dapat menjelaskan cara menguji hipotesis
    6. Dapat mejelaskan cara menggali dan merumuskan hipotesis
  1. D.    Sistematika Kepenulisan

Penulisan makalah ini menggunakan metode kepustakaan, dimana sumber yang kami gunakan sebagai referensi ini kami ambil dari hasil browsing.

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.  Pengertian hipotesis

Trealese (1960) memberikan definisi hipotesis sebagai suatu keterangan sementara dari suatu fakta yang dapat diamati.

Good dan scates (1954) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya.

Kerlinger (1973) menyatakan hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel.

Dari arti katanya, hipotesis memang dari dua penggalan. Kata “HYPO” yang artinya “DI BAWAH” dan “THESA”  yang artinya “KEBENARAN” jadi hipotesis yang kemudian cara menulisnya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia menjadi hipotesa, dan berkembang menjadi hipotesis.

Apabila  peneliti telah mendalami permasalahan penelitiannya dengan seksama serta menetapkan anggapan dasar, maka lalu membuat suatu teori sementara , yang kebenarannya masih perlu di uji (di bawah kebenaran). Inilah hipotesis peneliti akan bekerja berdasarkan hipotesis. Peneliti mengumpulkan data-data yang paling berguna untuk membuktikan hipotesis. Berdasarkan data yang terkumpul , peneliti akan menguji apakah hipotesis yang dirumuskan dapat naik status menjadi teas, atau sebaliknya tumbang sebagai hipotesis, apabila ternyata tidak terbukti.

Terhadap hipotesis yang sudah dirumuskan peneliti dapat bersikap dua hal yakni :

  1. Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian).
  2. Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda-tandatanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung).

Untuk mengetahui kedudukan hipotesis antara lain :

  1. Perlu di uji apakah ada data yang menunjuk hubungan variabel penyebab dan variabel akibat.
  2. Adakah data yang menunjukkan bahwa akibat yang ada ,memang ditimbulkan oleh penyebab itu.
  3. Adanya data yang menunjukkan bahwa tidak ada penyebab lain yang bisa menimbulkan akibat tersebut.

Apabila ketiga hal tersebut dapat dibuktikan , maka hipotesis yang dirumuskan mempunyai kedudukan yang kuat dalam penelitian.

G.E.R brurrough mengatakan bahwa penelitian berhipotesis penting dilakukan bagi :

  1. Penelitian menghitung banyaknya sesuatu
  2. Penelitian tentang perbedaan
  3. Penelitian hubungan.
  4. B.     Kegunaan hipotesis

Kegunaan hipotesis antara lain:

  1. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.
  2. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang langsung dapat diuji dalam penelitian.
  3. Hipotesis memberikan arah kepada penelitian.
  4. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan

 

  1. C.    Jenis-jenis hipotesis
    1. Berdasarkan bentuknya

Ada dua jenis hipotesis yang digunakan dalam penelitian antara lain :

1)      Hipotesis kerja atau alternatif, disingkat Ha, hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.

Rumusannya :

a)   Jika… maka…

Contoh :

Pada percobaan hokum Biot-Savart

Jika magnet batang didekatkan maka arah simpangan jarum ampermeter ke kiri, dan jika magnet batang di jauhkan  maka arah simpangannya ke kanan

b)   Ada perbedaan antara… dan… dalam…

Contoh :

Ada perbedaan antara menggunakan 1 baterai dan 2 baterai dalam pengukuran kuat arus dengan ampermeter.

c)    Ada pengaruh… terhadap…

Contoh :

Ada pengaruh indeks bias medium terhadap sudut bias cahaya

2)      Hipotesis nol (null hypotheses) disingkat Ho.

Hipotesis nol disebut juga hipotesis statistik karena biasanya dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan statistik Hipotesis nol menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel, atau tidak adanya pengaruh variabel X dan variabel Y. dengan kata lain selisih variabel pertama dan kedua adalah nol atau nihil.

Rumusannya:

a)    Tidak ada perbedaan antara… dengan… dalam…

Contoh :

Tidak ada perbedaan antara kuat arus di titik A dan kuat arus di titik D dalam suatu rangkaian seri resistor.

b)   Tidak ada pengaruh… terhadap…

Contoh :

Tidak ada pengaruh resistor yang disusun paralel terhadap besar beda potensial suatu rangkaian.

  1. Berdasarkan cara memperolehnya

1)      Hipotesis induktif

Dalam prosedur induktif, penelitian merumuskan hipotesis sebagai suatu generalisasi dari hubungan-hubungan yang diamati.

2)      Hipotesis deduktif

Dalam hipotesis ini,peneliti dapat memulai penyelidikan dengan memilih salah satu teori yang ada dibidang yang menarik minatnya,setelah teori dipilih, ia lalu menarik hipotesis dari teori ini.

 

  1. D.  Ciri-ciri hipotesis

Ciri-ciri hipotesis yang baik:

1)   Hipotesis harus mempunyai daya penjelas

2)   Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel-variabel.

3)   Hipotesis harus dapat diuji

4)   Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.

5)   Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.

  1. E.  Menggali dan merumuskan hipotesis

Dalam menggali hipotesis, peneliti harus:

1)   Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan dengan jalan banyak membaca literatur-literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.

2)   Mempunyai kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat-tempat, objek-objek serta hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki.

3)   Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan lainnya yang sesuai dengan kerangka teori ilmu dan bidang yang bersangkutan.

Good dan scates memberikan beberapa sumber untuk menggali hipotesis :

1)   Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam tentang ilmu.

2)   Wawasan serta pengertian yang mendalam tentang suatu wawasan.

3)   Imajinasi dan angan-angan.

4)   Materi bacaan dan literatur

5)   Pengetahuan kebiasaan atau kegiatan dalam daerah yang sedang diselidiki.

6)   Data yang tersedia

7)   kesamaan.

Sebagai kesimpulan, maka beberapa petunjuk dalam merumuskan hipotesis dapat diberikan sebagai berikut :

1)           Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan padat serta spesifik

2)           Hipotesis sebaiknya dinyatakan dalam kalimat deklaratif dan berbentuk pernyataan.

3)           Hipotesis sebaiknya menyatakan hubungan antara dua atau lebih variabel yang dapat diukur.

4)           Hendaknya dapat diuji

5)           Hipotesis sebaiknya mempunyai kerangka teori.

  1. F.   Menguji hipotesis

Sesudah hipotesis dirumuskan, hipotesis tersebut kemudian diuji secara empiris dan tes logika.

Untuk menguji suatu hipotesis ,peneliti harus :

1)   Menarik kesimpulan tentang konsekuensi-konsekuensi yang akan dapat diamati apabila hipotesis tersebut benar.

2)   Memilih metode-metode penelitian yang mungkin pengamatan, eksperimental, atau prosedur lain yang diperlakukan untuk menunjukkan apakah akibat-akibat tersebut terjadi atau tidak.

3)   Menerapkan metode ini serta mengumpulkan data yang dapat dianalisis untuk menunjukkan apakah hipotesis tersebut didukung oleh data  atau tidak.

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.  Kesimpulan

Dari arti katanya, hipotesis memang dari dua penggalan. Kata “HYPO” yang artinya “DI BAWAH” dan “THESA”  yang artinya “KEBENARAN” jadi dengan ejaan bahasa Indonesia menjadi hipotesa, dan berkembang menjadi hipotesis. Hipotesis adalah pernyataan tentative yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya

Kegunaan hipotesis dapat memberikan penjelasan sementara, dapat memberikan suatu pernyataan, dapat memberikan arah, dapat memberikan kerangka.

Dua jenis hipotesis yang digunakan dalam penelitian, yaitu Hipotesis kerja atau alternatif Hipotesis nol (null hypotheses), dan Hipotesis nol. Saran untuk memperoleh hipotesis yaitu Hipotesis induktif dan Hipotesis deduktif

Ciri-ciri hipotesis yang baik antara lain, mempunyai daya penjelas, menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel, dapat diuji, konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada, sederhana dan seringkas mungkin

Dalam menggali hipotesis, peneliti harus mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan, kemampuan untuk memeriksa keterangan, kemampuan untuk menghubungkan, merumuskan hipotesis secara jelas dan padat. Untuk menguji suatu hipotesis ,peneliti harus menarik kesimpulan, memilih metode-metode penelitian dan menerapkan metode.

Daftar pustaka

Nazir, Moh.,ph. D. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta: 2003

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktika, Rineka Cipta, Jakarta: 1997

Furchon, Arief, Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya: 1982

Faiasl, Sanapioh. Metodologi Penelitian Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya: 1982

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s